Pentingnya AKhlak

Islam adalah agama yang menjunjung akhlak mulia. Pesan untuk hidup dengan akhlak mulia sangat banyak didapatkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Bahkan, misi utama Rasulullah saw., seperti yang disebutkan dalam haditsnya adalah untuk menyempurnakan akhlak.

Nabi Muhammad saw. merupakan teladan bagi siapa pun dalam berakhlak. Kehidupan beliau penuh dengan kemuliaan akhlak. Ini dapat dilihat dari masa sebelum beliau diangkat menjadi nabi ataupun dari masa kecilnya hingga beliau wafat. Begitu mulianya akhlak beliau hingga Allah pun menyanjungnya dengan firman-Nya berikut ini. Arab 55

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

”Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.” (QS al-Qalam [68]: 4)

Akhlak dalam bahasa Arab berakar dari kata khalaqa, artinya mencipta. Keterkaitan ini memberikan sebuah renungan bahwa ciptaan Allah yang bernama manusia sudah sepatutnya berakhlak. Keterkaitan itu juga mengingatkan kita tentang awal kejadian manusia yang diciptakan Allah dari tanah liat (min thîn) dan dari air yang hina (min mâ’in mahîn). Kehinaan unsur ciptaan manusia ini sudah seharusnya mengingatkan manusia akan kesejatian dan hakikat dirinya. Oleh karena itu, ia akan menjadi manusia yang berakhlak dan berendah hati, seperti sifat dari tanah itu sendiri. Kemuliaan manusia bukanlah karena asal muasalnya yang hina, tetapi ia diperoleh dengan akhlak yang mulia. Dengan kata lain, manusia yang tidak berakhlak berarti ia telah melupakan kodrat penciptaannya.

Allah SWT telah menjadikan akhlak mulia sebagai sebab untuk dapat mencapai derajat surga yang tinggi. Allah SWT berfirman, Arab 56

وَسَارِعُوا إِلَى مَغۡفِرَةٍ مِنۡ رَبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمَوَاتُ وَالۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنۡفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالۡكَاظِمِينَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِينَ (134)

”Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Âli ‘Imrân [3]: 133–134)

 

Di samping itu, akhlak merupakan pertanda dari kesempurnaan iman seseorang dan ketinggian nilai ketaqwaannya, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah saw. dalam haditsnya. Arab 57

إِنَّ مِنْ أَكْمَلِ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

”Orang yang sempurna imannya adalah mereka yang paling baik akhlaknya”. (HR Ahmad dan Turmudzi)

Seorang muslim haruslah berakhlak mulia kepada siapa saja, dengan tidak melihat status sosialnya, atau pada suku dan agamanya sekalipun. Hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya. Arab 58

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

”Bertaqwalah engkau di mana pun engkau berada. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya ia akan menghapusnya dan berakhlaklah kepada semua manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Turmudzi)

Demikianlah pesan Rasulullah saw. untuk selalu berakhlak mulia kepada sesama. Seorang muslim haruslah dapat meneladani Rasulullah saw. dalam berakhlak karena beliau adalah manusia yang paling mulia akhlaknya. Akhlak beliau adalah Al-Qur’an, hal inilah yang dinyatakan oleh Sayyidah Aisyah r.a. ketika ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad saw. Dengan kebaikan akhlaklah seorang muslim akan dapat mencapai derajat dan tempat yang tinggi di sisi Allah. Dengan akhlak yang baik pula, seorang muslim akan dapat meraih mahabbah  dari Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman.

Keberadaan akhlak mulia sangat penting karena ia merupakan fondasi  dari peradaban sebuah umat. Allah banyak sekali mengisahkan umat-umat terdahulu dalam Al-Qur’an, seperti kisah kaum Luth, Samud, kaum Nabi Ibrahim, Bani Israil, dan lain-lain. Umat-umat tersebut banyak yang telah tergerus eksistensinya karena tidak berakhlak mulia. Semoga dengan terus mengusung akhlak mulia dalam setiap perkataan dan perbuatan, kita sebagai umat Nabi Muhammad saw. akan dapat menjaga eksistensi di dunia ini hingga hari Kiamat kelak.