Murah Hati

Sebuah riwayat menyatakan bahwa suatu hari Umar bin Khattab datang menghadap Rasulullah saw. dengan membawa harta yang banyak sekali. Lalu, Rasulullah pun bertanya kepadanya, ”Wahai Umar, apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu?” Umar pun menjawab,”Aku sisakan buat mereka, setengah dari hartaku.” Kemudian, Abu Bakar juga menghadap Rasulullah saw. dengan membawa seluruh hartanya, ketika Rasulullah saw. bertanya kepadanya, ”Apa yang engkau tinggalkan untuk anak-anakmu,  wahai Abu Bakar?”. Abu Bakar berkata, ”Aku tinggalkan buat mereka, Allah dan Rasulnya.”

Riwayat tersebut merupakan salah satu dari contoh kemurahan hati para sahabat, yaitu Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khattab r.a. dalam memberikan hartanya untuk perjuangan Islam. Mereka, para sahabat, adalah orang-orang yang mendapat kemuliaan dari Allah SWT karena perbuatan mulia mereka. Hal demikian karena mereka dididik oleh seorang yang mulia, Muhammad saw.

Rasulullah saw. adalah manusia yang paling mulia di seluruh jagad raya ini. Mulia nasab dan kedudukannya. Beliau adalah manusia yang paling suka berbagi dengan sesama dan memberikan apa yang beliau miliki. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seorang laki-laki datang menjumpai Rasulullah saw. meminta darinya harta. Lalu, Rasulullah saw. pun memberikan kepadanya kambing. Laki-laki ini pun mengambil semua kambing milik Rasulullah saw. Kemudian, ia pun pulang kepada kaumnya dan berkata kepada mereka, Arab 113

يَا قَوْمِ أَسْلِمُوا فَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِي عَطَاءً مَا يَخْشَى الْفَاقَةَ

Wahai kaumku! Masuklah Islam karena sesungguhnya Muhammad saw. memberikan apa yang ia miliki (‘atha’) dengan tidak merasa takut untuk fakir.” (HR Ahmad)

Dalam Islam ada berbagai macam bentuk kemurahan hati yaitu:

Pertama, bermurah hati kepada Allah, yaitu dengan selalu ber-ihsan dalam setiap beribadah kepada-Nya serta mengenal-Nya dengan sebenar-benarnya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Kedua, bermurah hati kepada Rasulullah, yaitu dengan mengikuti sunnah-sunnahnya, melaksanakan titah-titahnya, dan mengikuti petunjuk-petunjuknya.

Ketiga, bermurah hati kepada diri sendiri, yaitu dengan tidak merendahkan diri sendiri atau menghina diri dengan ungkapan-ungkapan tidak terpuji.

Keempat, bermurah hati kepada keluarga dan kerabat, yaitu memuliakan mereka dengan selalu bermuamalah dengan baik kepada mereka.

Kelima, bermurah hati kepada manusia. Banyak cara yang dapat dilakuan,  di antaranya dengan senyum atau berbuat kebaikan.

Betapa besar pahala orang yang selalu bermurah hati dan selalu ingin berbagi. Banyak ayat Al-Qur’an yang berkomentar tentang hal ini. Arab 114

مَثَلُ الَّذِينَ يُنۡفِقُونَ أَمۡوَالَهُمۡ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۡبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۡبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللّٰهَ يُضَاعِفُ لِمَنۡ يَشَاءُ وَاللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (QS al-Baqarah [2]: 261)

 

Demikian pula dengan firman Allah SWT berikut ini. Arab 115

لَيۡسَ عَلَيۡكَ هُدَاهُمۡ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهۡدِي مَنۡ يَشَاءُ وَمَا تُنۡفِقُوا مِنۡ خَيۡرٍ فَلِأَنۡفُسِكُمۡ وَمَا تُنۡفِقُونَ إِلَّا ابۡتِغَاءَ وَجۡهِ اللّٰهِ وَمَا تُنۡفِقُوا مِنۡ خَيۡرٍ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنۡتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ

”Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).” (QS al-Baqarah [2]: 272)

 

Rasulullah saw. juga menjelaskan bahwa kemurahan hati akan mendekatkan diri kepada surga serta menjauhkannya dari neraka. Beliau bersabda, Arab 116

السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ

”Orang yang selalu bermurah hati adalah dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari api neraka. Orang yang kikir adalah jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan api neraka.” (HR Turmudzi)

Orang yang bermurah hati, hartanya juga akan berkah, sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah saw. dalam sabdanya, Arab 117

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

”Tidak ada sehari pun di mana para hamba turun baginya dua malaikat. Salah satu dari keduanya berkata, ’Ya Allah, berikanlah orang yang berinfak gantinya. Adapun yang lainnya berkata, ’Ya Allah, berikanlah orang-orang yang bakhil dengan kerugian’. (HR Bukhari)

Orang yang bermurah hati juga akan dicintai oleh keluarganya, dicintai oleh para tetangga, kerabat-kerabat, dan seluruh manusia. Semua muslim harus terus melatih dirinya untuk dapat bemurah hati kepada orang lain. Hal ini haruslah dilatih sejak kecil. Bermurah hati adalah sebuah kewajiban karena harta yang dimiliki manusia adalah milik Allah semata, bahkan diri manusia ini pun berasal dari-Nya