Menahan Marah

Rasulullah saw. dalam beberapa haditsnya selalu memberikan nasihat agar manusia menghindari sifat marah dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda, Arab 225

مَنْ دَفَعَ غَضَبَهُ دَفَعَ اللهُ عَنْهَ عَذَابَهُ, وَمَنْ حَفِظَ لَسَانَهُ سَتَرَ اللهُ عَلَيْهِ عَوْرَتَهُ

”Barang siapa yang dapat menolak rasa marahnya maka Allah pun akan menolak azab darinya. Dan barang siapa yang menjaga lisannya maka Allah akan menutupi auratnya. (HR Thabrani)

Rasulullah saw. pun bersabda, Arab 226

إِنَّ الغَضَبَ لَيُفْسِدُ الإِيْمَانَ كَمَا يُفْسِدُ الصَّبْرُ العَسَلَ

”Marah akan merusak iman, seperti halnya rasa sabar yang dapat merusak madu. (HR Baihaqi)

Rasulullah juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Arab 227

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

”Sesungguhnya marah adalah dari setan dan sesungguhnya setan diciptakan dari api. Sesungguhnya api hanya dapat dipadamkan dengan air. Jika salah seorang dari kalian marah maka hendaklah ia berwudu.”

Marah merupakan potensi setaniyah yang dititipkan Allah pada diri manusia. Kemarahan yang memuncak sama dengan ”awan mendung” yang berada tepat di titik hati (fuad) hingga ia dapat menghilangkan fungsi akal manusia. Kemarahan merupakan hal yang sangat menyakitkan melebihi rasa sakit itu sendiri yang ada di dalam tubuh manusia.

Imam al-Ghazali membagi sifat amarah kepada tiga hal. Pertama, amarah yang terpuji. Amarah yang timbul sesuai dengan petunjuk akal dan agama. Kedua, amarah yang dibenci. Amarah yang timbul karena merasa dirinya tidak mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu. Ketiga, amarah yang tercela. Amarah yang mengungkapkan hal-hal yang diharamkan sebagai pertanda dari kesombongan dan kebanggaan diri, rasa iri, dengki, dan lain sebagainya

Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kemarahan di antaranya kagum diri, sombong, perselisihan, karena adanya tekanan, canda, cemoohan, khianat, dan aniaya. Kemarahan akan menyebabkan rasa iri, dengki, dan menimbulkan rasa sakit. Kemarahan menurut Maskawaih akan memengaruhi kesehatan badan dan daya rasionalitas seseorang.

Menurut para ulama, sifat marah akan dapat diminimalisir dengan selalu melatih jiwa (riyadhah nafsi). Dengan latihan-latihan jiwa, seseorang akan merasakan ketenangan diri hingga pengaruh-pengaruh dari rasa amarahnya pun akan hilang   dari dirinya. Rasa marah hanya akan menciptakan perasaan emosional yang tidak stabil hingga sulit untuk diajak berpikir dan berbuat dengan baik dan benar. Orang yang marah selalu cendrung untuk membalas dendam dan menampakkan kesombongannya di depan orang lain.