Lemah Lembut

Dalam menyampaikan ajarannya, Rasulullah saw. selalu berlemah lembut dan menjauhi kekerasan. Hal ini dapat dilihat dari firman Allah SWT berikut ini. Arab 123

خُذِ الۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ الۡجَاهِلِينَ

”Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS al-A‘râf [7]: 199)

Arab 124

وَلَا تَسۡتَوِي الۡحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادۡفَعۡ بِالَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

”Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS Fushilat [41]: 34)

 

Rasulullah saw. adalah manusia yang paling lembut perangainya. Sikap lemah lembut beliau tersebut dapat dilihat dalam sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ada seorang Baduwi yang masuk Islam. Lalu, Baduwi ini pun shalat bersama Rasulullah saw. di masjid dan setelah itu ia pergi ke samping masjid untuk kencing. Melihat hal ini para sahabat berdiri dan ingin memukul Baduwi ini. Rasulullah saw. pun berkata kepada para sahabat, Arab 125

دَعُوهُ وَهَرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلًا مِنْ مَاءٍ أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ

”Tinggalkan dirinya, siramlah kencingnya dengan satu air atau dengan seember air. Sesungguhnya engkau sekalian diutus untuk mempermudah dan bukan untuk mempersulit.” (HR Bukhari)

Dalam ajaran Islam, sikap lemah lembut merupakan sebuah kelaziman di mana seorang muslim haruslah dapat melakoninya. Beberapa contoh sikap lemah lembut adalah sebagai berikut.

Pertama, lemah lembut kepada manusia.

Seorang muslim tidaklah dibenarkan untuk memperlakukan orang lain dengan penuh kekerasan. Perangai inilah yang diajarkan Rasulullah saw. dan beliau sangat menjauhi sifat itu. Hal ini dapat dilihat dari firman Allah berikut ini. Arab 126

وَلَوۡ كُنۡتَ فَظًّا غَلِيظَ الۡقَلۡبِ لَانۡفَضُّوا مِنۡ حَوۡلِكَ

”Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”

 (QS Âli ‘Imrân [3]: 159)

 

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah saw. meminta nasihat. Lalu, Rasulullah pun bersabda, Arab 127

لاَ تَغْضَبْ

”Janganlah marah.” (HR Bukhari)

Dalam haditsnya yang lain, Rasulullah saw. juga melarang kaum muslim mencela satu sama lainnya. Bahkan, perbuatan mencela ini beliau kategorikan sebagai kefasikan. Rasulullah saw. bersabda, Arab 128

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

”Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR Bukhari)

 

Kedua, lemah lembut kepada orang yang membantu kita.

Rasulullah saw. telah memberikan contoh untuk berlemah lembut kepada pembantu. Beliau memerintahkan siapa saja yang memakai jasa pembantu, hendaklah memberikan makanannya seperti apa yang dimakan oleh dirinya. Memberikannya pakaian sama dengan pakaian yang dipakainya dan tidak memberinya pekerjaan-pekerjaan di luar kemampuannya. Jika ia harus melakukan pekerjaan di luar dari kemampuannya, hendaklah tuannya menolongnya. Dalam haditsnya Rasulullah saw. menyinggung tentang hak-hak pembantu berikut ini. Arab 129

مَنْ لَطَمَ مَمْلُوكَهُ أَوْ ضَرَبَهُ فَكَفَّارَتُهُ أَنْ يُعْتِقَهُ

”Barang siapa yang menampar hambanya (mamluuk) atau memukulnya maka kifaratnya adalah membebaskannya.” (HR Muslim)

 

Ketiga, lemah lembut kepada binatang.

Islam melarang perbuatan menyakiti dan menyiksa binatang atau segala sesuatu yang memiliki ruh. Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Anas bin Malik berjalan melewati sekumpulan orang yang berundi nasib dengan ayam. Mereka melempari ayam itu dengan batu. Lalu, Anas berkata, Arab 130

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُصْبَرَ الْبَهَائِمُ

”Rasulullah saw. telah melarang menyakiti binatang.” (HR Muslim)

Perilaku berlemah lembut lainnya kepada binatang adalah menyembelihnya dengan pisau yang tajam sehingga tidak menyiksanya. Nabi saw. bersabda, Arab 131

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

”Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan kepada segala sesuatu. Jika engkau menyembelih, hendaklah kamu berlaku ihsan kepada (hewan) sembelihan dan tajamkanlah seorang di antara kamu mata pisaunya serta tenangkanlah hewan sembelihanmu” (HR Muslim)

Bahkan, dalam hadits beliau yang lain juga disebutkan bahwa Allah SWT telah mengampuni dosa seseorang karena ia memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan. Dan ada juga sebuah riwayat yang menceritakan seorang wanita yang masuk neraka karena mengurung seekor kucing yang tidak diberi makan dan minum hingga kucing itu mati.

 

Keempat, lemah lembut kepada benda-benda mati.

Seorang muslim harus berlemah lembut kepada benda-benda mati, yaitu menjaga dan merawat barang-barangnya dengan sebaik mungkin dan tidak dibenarkan untuk merusaknya karena menggunakannya dengan cara yang tidak baik.

Nabi Muhammad saw. memerintahkan kepada umatnya untuk selalu berlemah lembut. Rasulullah saw. bersabda, Arab 132

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ

”Sesungguhnya Allah Mahalembut dan menyukai kelembutan dalam segala hal.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

Dalam haditsnya yang lain, Rasulullah saw. juga bersabda, Arab 133

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ

”Sesungguhnya Allah Mahalembut, menyukai kelembutan, dan akan memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan kepada kekerasan ….” (HR Muslim).

Adapun balasan untuk orang-orang yang berlemah lembut adalah pelakunya akan dijauhkan Allah dari api neraka dan akan dimasukkan ke surga-Nya, sebagaimana haditsnya: Arab 134

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ

”Apakah engkau ingin aku kabarkan siapa sajakah yang diharamkan atasnya neraka? Atau siapa sajakah yang diharamkan neraka atasnya? Neraka diharamkan atas setiap orang yang berlemah lembut.” (HR Turmudzi dan Ahmad)

Demikianlah balasan Allah bagi orang-orang yang selalu berlemah lembut dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Kebaikan di dunia dan akhirat.