Keutamaan Menghindari Kezaliman

Allah sering mengingatkan agar manusia tidak bersikap zalim, sebagaimana firman-Nya berikut ini. Arab 142

فَاخۡتَلَفَ الۡأَحۡزَابُ مِنۡ بَيۡنِهِمۡ فَوَيۡلٌ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مِنۡ عَذَابِ يَوۡمٍ أَلِيمٍ

Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).” (az-Zukhruf [43]: 65)

Arab 143

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَرَى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا أُولَئِكَ يُعۡرَضُونَ عَلَى رَبِّهِمۡ وَيَقُولُ الۡأَشۡهَادُ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمۡ أَلَا لَعۡنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

”Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata, Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka.’ Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim.”  (QS Hûd [11]: 18)

 

Rasulullah saw. juga memberikan pesan dalam haditsnya agar umatnya senantiasa menjauhi kezaliman. Beliau bersabda, Arab 144

اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Takutlah kamu akan kezaliman karena sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan di hari Kiamat.(HR Muslim).

Bahkan, dalam sabdanya beliau juga menyatakan bahwa doa orang yang terzalimi diistijabah oleh Allah SWT. Nabi bersabda, Arab 145

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga doa yang mustajab tidak ada keraguan di dalamnya, doa orang tua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang teraniaya.(HR Abu Dawud)

Dalam ajaran Islam, kezaliman itu ada tiga.

Pertama, kezaliman manusia kepada Allah SWT. Manusia yang tidak beriman kepada penciptanya dan kufur kepada-Nya adalah manusia yang zalim. Bahkan, itu merupakan kezaliman yang paling besar. Allah SWT berfirman, Arab 146

وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَانُ لِابۡنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِاللّٰهِ إِنَّ الشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqmân [31]: 13)

 

Kedua, kezaliman manusia kepada manusia yang lain. Kezaliman ini terjadi ketika manusia membeci saudaranya atau ingin mengambil dan menguasai hartanya. Menghina manusia adalah kezaliman. Mengambil hartanya adalah kezaliman. Memusuhinya adalah kezaliman.

Ketiga, kezaliman manusia kepada dirinya sendiri. Ketika manusia melakukan maksiat dan dosa, di saat itulah ia telah menzalimi dirinya sendiri.

Manusia yang melakukan kezaliman dalam bentuk dan level apa pun pastinya akan mendapatkan balasannya di hari Akhirat kelak. Allah akan menghisab dan memberikan azab-Nya kepada orang-orang yang zalim karena mereka adalah orang-orang yang telah melampaui batas. Na’ûzu Billâh ….