Jangan Tergesa-Gesa

Diriwayatkan bahwa setelah Perang Badar, Suhail bin Amru menjadi tahanan kaum muslimin. Ia sangat terkenal dengan kemampuannya dalam menyampaikan orasi. Ketika itu Umar bin Khattab ingin sekali menanggalkan gigi-gigi depannya sehingga Suhail tidak mampu berpidato lagi di depan orang-orang kafir memberikan semangat mereka untuk berperang. Umar pun meminta izin Rasulullah saw. seraya berkata, ”Wahai Rasulullah, izinkan aku menanggalkan dua gigi seri Suhail hingga ia tidak mampu berkhotbah lagi.” Rasulullah pun bersabda, ”Tinggalkanlah dirinya, niscaya suatu hari nanti ia akan membuat dirimu senang.” Betul saja apa yang dikatakan Rasulullah, Suhail pun memeluk Islam ketika penaklukan Kota Mekah. Ketika Rasulullah wafat, sebagian penduduk Kota Mekah murtad. Lalu, Suhail pun berkhotbah di depan mereka. Ia mengingatan mereka untuk selalu mengingat Allah dan berpegang teguh dengan agama Islam. Penduduk Mekah yang tadinya murtad ini pun akhirnya mendengarkan dan menaatinya. Demikianlah Rasulullah saw. mengajarkan Umar dalam bersikap agar tidak tergesa-gesa dalam bertindak.

            Sikap untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan segala sesuatu bukan berarti meremehkan pekerjaan, tetapi agar sebuah pekerjaan dapat dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketekunan. Imam Ali Karamallah Wajhah berkata, ”Janganlah engkau meminta cepatnya sebuah pekerjaan, tetapi mintalah baiknya (kualitas) pekerjaan karena manusia tidak akan bertanya ’berapa yang tidak dilakukan’, tetapi lebih melihat pada sisi ketekunan dan kualitasnya.”

Dalam Islam, semua ibadah harus dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa. Wudu, shalat, doa, dan yang lainnya harus dilakukan dengan khusyu’ dan penuh pengharapan kepada Allah. Ibadah yang dilakukan dengan tenang akan mengarah kepada kekhusukkan. Rasulullah saw. pernah bersabda kepada salah seorang sahabatnya, Arab 207

إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

”Sesungguhnya di dalam dirimu ada dua sifat yang dicintai Allah SWT, yaitu kebijaksanaan dan ketenangan.” (HR Muslim)

Dalam haditsnya yang lain beliau bersabda, Arab 208

الْأَنَاةُ مِنْ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنْ الشَّيْطَانِ

”Ketenangan itu datang dari Allah dan tergesa-gesa (yang tidak pada tempatnya) datang dari setan.” (HR Turmudzi)